Connect with us

KABAR INSPIRATIF

Mahasiswa : Antara Akademis dan Organisatoris

Published

on

pakdentertainment.com- Sebuah dilema besar ketika sudah memutuskan untuk menjadi seorang mahasiswa. Adalah menjadi mahasiswa akademis atau organisatoris. Menjadi mahasiswa ambisius yang hanya mengejar nilai tinggi tiap semesternya  atau  yang selalu aktif di setiap kegiatan baik internal maupun eksternal.

Tidak bisa dipungkiri bahwa keduanya merupakan elemen penting  dalam dunia mahasiswa. Ketika  sudah memutuskan untuk terjun ke dunia perkuliaan, maka tidak jarang kita akan dihadapkan pada dua dilema besar ini.

Di antara keduanya , mana yang lebih baik, akademis atau organisatoris ?

Ahmad Ridwan Hutagalung, Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Syarif  Hidayatullah Jakarta sekaligus pengajar di pondok pesantren Jagad Arsy, Tangerang Selatan mengatakan bahwa di antara akademis dan organisatoris tidak bisa dipisahkan, mengingat kita sebagai mahasiswa punya peran dan tanggung jawab lebih ketika sudah terjun ke masyarakat. Kita bukan lagi sebagai siswa yang hanya belajar dan mengikuti apa yang diinstruksikan oleh guru tetapi, kita adalah mahasiswa di mana harus sadar bahwa kita sudah menyandang kata maha. Nah, kata “ Maha ” di sini mempunyai makna besar atau lebih. Artinya, sebagai seorang mahasiswa dituntut untuk  lebih berfikir  tentang bagaimana ketika sudah terjun ke masyarakat.

Beliau menambakan, kampus sudah memberikan ruang dan waktu untuk mengimplementasikan ilmu yang di dapatkan dari bangku kuliah seperti adanya KKN (Kuliah Kerja Nyata ). Dari situ kita bisa mengenal tentang bagimana bersosialisasi dengan masyarakat, menemukan karakter  yang berbeda-beda juga tentang kepemimpinan seseorang ketika di lapangan. Dalam dunia  masyarakatpun  demikian,  kita akan dituntut untuk lebih peka terhadap  perkembangan ekonomi,  teknologi , politik  maupun  lingkungan sosial .

Untuk menjadi  mahasiswa sejati,  tidak seharusnya  membandingkan  antara akademi dan organisasi, apalagi menganggap organisasi sebagai penghambat cita cita dan  tanggung jawab sebagai  mahasiswa. Justru organisasi menjadi ruang untuk mengembangkan akademi kita dalam  mempraktikkan ilmu, menggali dan mengembangkan potensi diri.

(Ulil Absor, Penggerak Gusdurian Madiun)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini

Tips Menghindari Informasi Hoax Seputar Covid-19

Published

on

Cara menghindari informasi hoax covid 19

Saat ini, pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum usai, Dan Di tengah pandemi virus corona covid-19, makin banyak saja berita hoaks yang berseliweran di media sosial, seperti Facebook Twitter,instagram mupun media sosial lain. Dan Kabar hoaks ini tentunya menimbulkan banyak keresahan bagi para pembacanya.

Lantas, bagaimana cara membedakan informasi asli dengan kabar hoaks yang sering beredar di media sosial? Kali ini kami akan menyampaikan beberapa poin atau hal yang dapat dilakukan, agar kita terhindar dari informasi hoax.

1. Berhati-hati dengan Judul yang Provokatif

Membaca judul sebuah artikel merupakan cara yang sangat mudah untuk mengetahui kebenaran dari faktanya. Biasanya, berita hoaks menggunakan judul yang sangat provokatif dan bombastis untuk menarik emosi pembaca.

Saat judulnya provokatif, biasanya isi berita menggunakan format penulisan yang asal-asalan. Banyak berita hoaks yang semua hurufnya menggunakan kapital dan di-bold. jadi intinya jangan mudah terprofokasi dengan judul.

2. Perhatikan Situs Berita

Jika ada sebuah artikel, kita harus perhatikan sumber beritanya. Apakah itu dari media mainstream atau bukan. Bila bukan media yang kredibel, bisa saja itu menjadi kabar bohong atau hoax.

Biasanya, berita hoaks tentang virus corona yang bukan dari media kredibel menggunakan domain ber-akhiran blog (ex : Blogspot.com). Biasanya, media kredibel menggunakan domain yang ber-akhiran .com atau co.id. Namun, kita mesti cermat juga, karena ada juga yang mengatasnamakan media kredibel, meski domainnya menggunakan blog. Intinya kita jangan langsung percaya dengan satu blog saja, alangkah baiknya kita juga cek blog lain yang lebih kredibel dan terpercaya.

3. Konfirmasi Berita Ke covid19.go.id

Sebenarnya Pemerintah indonesia punya website resmi yang mengabarkan berita baru tentang virus corona, yakni di website covid19.go.id. Di akun ini juga ada kanal Hoax Buster yang terletak di bagian kanan atas.

Di kanal Haox Buster sendiri, ada banyak informasi yang salah beredar di masyarakat. Dan dari sini, kita bisa menelusuri berbagai kabar mengenai virus corona. Dan dari situ maka kita bisa tau, mana berita yang benar-benar fakta dan mana yang hoax.

4. Cek Keaslian Foto atau Gambar

Di grup WhatsApp, biasanya ada berbagai foto, baik itu benar atau sudah dimanipulasi. dan dari hal tersebut, maka kita , dapat mengecek keasliannya dengan menggunakan situs pencarian Google Image.

Caranya pun sangat mudah, kita tinggal memasukkan foto ke Google dengan memilih Gambar di kanan bagian atas. Setelah itu, klik gambar kamera di kolom pencarian dan upload fotonya.

Setelah itu Google bakal menampilkan hasil pencarian berupa foto yang sama dan situs mana saja yang telah memuat foto tersebut. Dan Cara seperti ini bisa membantu mengidentifikasi foto yang telah diedit atau disalahgunakan untuk berita yang salah.

5. Bergabung dengan Grup Anti-hoaks

Di media sosial , seperti Facebook atau media sosial lain sudah ada beberapa grup anti-hoaks, beberapa contoh di antaranya adalah Forum Anti Fitnah, Turn Back Hoax, hingga Mafindo atau (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia).  Di Grup-grup tersebut membahas banyak hoaks yang terjadi di Indonesia, tidak hanya virus corona, melainkan juga informasi yang lain.

6. Memeriksa Akurasi Fakta

Memeriksa akurasi fakta dapat dilakukan dengan mengetikkan judul berita tersebut di Google , ataupun menggunakan kata kuncinya sangatlah penting. Misalnya, Anda bisa mencari: “virus corona menular melalui udara”. Dan Saat daftar berita bertopik sama muncul, pilih situs yang kredibel. Dan dengan membaca dan membuka situs tersebut, maka kemungkinan informasi yang disampaikan adalah fakta, bukan hoax.

 

Kesimpulannya adalah kita dalam menerima sebuah informasi, hendaknya crosscek terlebih dahulu di sumber sumber yang benar kredibel, serta jangan langsung percaya dengan tagline judul, karena itu belum tentu valid dan benar, dan cara seperti ini bertujuan supaya kita mendapatkan informasi yang benar dan bermanfaat.

Continue Reading

KABAR INSPIRATIF

Agama VS Negara : Ibadah di masa pandemi

Published

on

Dimasa Pandemi seperti saat ini, dimana merupakan masa-masa yang sulit bagi setiap orang. Tidak hanya dalam hal aktifitas keseharian yang dibatasi, namun aktifitas ibadah juga tak luput dari pembatasan.

Pemerintah selaku pembuat kebijakan menerapkan peraturan bagi masyarakat untuk melakukan pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM), termasuk dalam kegiatan ibadah.

Lantas apakah aturan yang ditetapkan saat ini sudah sesuai dengan ajaran agama?

Ahmad Hifni, Selaku dosen UIN Syarif Hidayatullah mengatakan aturan PPKM yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah tepat, namun aturan didalamnya harus lebih disederhhanakan lagi, sehingga masyarakat lebih mudah untuk memahaminya.

Jika pemerintah melakukan lockdown secara menyeluruh, ini akan berimbas kepada masyarakat secara langsung, perekonomian dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat akan kesulitan. dalam kaidah ushul fiqh dijelaskan, “Dar’ul Mafasid muqaddamu ‘ala jalbil masholih”, dimana bahwasanya mencegah kerusakan lebih didahulukan ketimbang mengupayakan kemaslahatan.

Beliau menambahkan bahwasanya Ibadah bukan hanya sekedar melakukan ajaran-ajaran dalam agama secara dhahir, namun lebih dari itu, ibadah merupakan isi atau konteks dari perwujudan diri untuk melakukan pendekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sependapat dengan Dosen Ahmad Hifni, Pendeta Virgo Tri Septo Anggoro mengatakan bahwasanya aturan PPKM seharusnya dibuat sederhana mungkin, agar masyarakat mudah dalam memahami dan melaksanakannya. Dan juga  meskipun kegiatan dalam beribadah dibatasi dalam pelaksanaannya secara bersama-sama, namun masih banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan media online. Sebagai contoh, di gerejanya memberikan kemudahan kepada para jamaahnya dengan menyediakan sarana dan prasarana agar mereka tetap bisa melakukan ibadah dari rumah. Beliau menambahkan, tidak akan efektif jika ibadah tetap dilakukan secara bersama-sama, yang dikhawatirkan adalah pandemi ini tidak akan cepat usai dan bisa saja menimbulkan cluster baru.

Pada intinya, Negara tidak membatasi masyarakatnya untuk tetap melakukan kegiatan keagamaan. Namun disaat pandemi seperti ini, kurang pas rasanya jika kegiatan keagamaan tetap dilakukan secara offline. Oleh karena hal tersebut, pemerintah menganjurkan kegiatan ibadah dilakukan secara masing-masing demi terciptanya suasana kondusif.

Continue Reading

Berita Terkini

Kajian Sosiolinguistik : Pentingnya berbahasa dalam bermasyarakat

Published

on

pakdentertainment.com-  (Madiun, 31/07/2021) Komunitas Gusdurian Madiun kembali menghadirkan  seminar online sebagai salah satu bentuk kegiatan komunitas dimasa pandemi covid-19 saat ini.

Pada seminar kali ini dengan mengusung konsep “guneman”, Komunitas Gusdurian Madiun mengusung tema “Sosiolinguistik” dengan menghadirkan M. Ali Husein, S.Hum., CNNLP., CPSM. sebagai narasumber. Beliau merupakan lulusan S1 Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang saat ini sedang melanjutkan studi S2 Program Studi Lingustik di Universitas Indonesia. Ujar beliau saat pembukaan.

Selain dari anggota Gusdurian sendiri, Seminar ini juga diikuti oleh peserta dari kalangan umum. Hal ini dapat terlihat dari antusiasme peserta  yang mencapai 123 kali tontonan dalam siaran langsung yang ditayangkan melalui media sosial Instagram.

Dalam seminarnya, M. Ali Husein menyampaikan bahwasanya Sosiolinguistik merupakan cabang dari Ilmu lingustik yang mempelajari bahasa dalam kaitannya penggunaan di masyarakat. Lebih lanjut, beliau mengatakan  dengan sosiolingusitik kita dapat memahami karakter seseorang dan juga budaya lain dan menjadi lebih bijaksana dalam mengambil sikap sekaligus dalam bertutur kata.  Beliau juga memberikan contoh penggunaan sosiolingusitik dalam bidang dakwah, “Dengan adanya sosiolinguistik ini, para pendakwah bisa memilih kata atau kalimat atau diksi yang bisa diterima dengan baik oleh jamaahnya”. Ujar beliau. “mempelajari sosiolingustik adalah salah satu tujuannya untuk bisa menempatkan diri kita akan berbicara dengan siapa, pada situasi apa, pada acara apa” imbuh beliau.

Atin Sulalatin, selaku anggota Gusdurian Madiun sekaligus moderator dalam acara ini menyampaikan bahwasanya kedepannya, acara seminar online seperti ini  akan lebih banyak dilakukan dalam masa pandemi covid-19.

Ulil Absor, selaku koordinator acara mengatakan bahwasanya dengan diselenggarakannya acara seperti ini, beliau berharap selain berbagi ilmu kepada masyarakat, komunitas gusdurian madiun juga semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat madiun dan sekitarnya terutama kawula muda millenial.

Continue Reading

KABAR INSPIRATIF

Jejak Literasi Bali , Komunitas Baca di Bali yang Memiliki Banyak Inovasi , Untuk Ciptakan Budaya Literasi

Published

on

Komunitas jejak Literasi Bali didirikan pada tanggal 1 Juni 2019 oleh Andika Wira Teja dan sahabatnya yang memliki kepedulian tentang kondisi pendidikan yang ada di pelosok bali, khususnya di bidang literasi. Komunitas ini terdiri dari tiga kata utama yaitu jejak adalah bekas pijakan yang dapat dianalogkan dengan kontibusi/aksi yang dilakukan , sedangkan literasi berkaitan dengan kemampuan seseorang dan Bali adalah lokasi dimana komunitas ini melakukan kegiatan.Anggota ataupun angkatan dari komunitas ini terbagi menjadi dua angkatan (batch 1 dan batch 2) dengan tetap menjalankan kegiatan serta perbaikan dan evaluasi di setiap waktunya.

Komunitas ini debentuk untuk menjadi wadah bagi siapapun , khususnya untuk para pemuda yang memiliki keinginan untuk berbagai dan beraksi dalam bidang pendidikan,khususnya pendiidikan yang ada di pulau bali.Dan untuk bisa masuk kedalam anggota komunitas ini, maka harus melalui proses seleksi yang didadakan dua kali dalam setahun , namun untuk relawan yang ingin terlibat kegiatan bisa mendaftar ketika kegiatan dilaksanakan , dan yang membedakan antara anggota komunitas dengan relawan disini adalah di sisitim struktural komunitasnya, dimana yang menjadi anggota komunitas, maka akan masuk ke dalam kepengurusan, sedangkan relawan tidak.

Visi dari Komunitas Jejak Literasi Bali adalah “ Mengabdi Bersama untuk Negeri” yang memliki arti bahwa anggota dan relawan yang terlibasecara bersama-sama mengabdi untuk kemajuan negeri dalam bidang pendidikan dan khususnya literasi. Dan dengan visi tersebut diharapkan dapat membirikan dampak yang berguna untuk kemajuan bidang pendidikan dan literasi di bali dan Indonesia. Dalam melakukan kegiatan sosialnya, komunitas ini tidak hanya bergerak ke lapangan saja , melainkan juga memanfaatkan media sosial yang ada untuk memberi edukasi dan pelajaran terhadap khalayak umum, dan hal itu bisa dilihat memalui akun instagram jejak literasi bali di @jejakliterasibali

Melalui akun Instagram tersebut , komunitas ini menjelaskan tentang kegiatan apa saja yang mereka lakukan , memberi motivasi belajar , memaparkan program mereka , memberi edukasi dan masih banyak yang lainnya , dan dengan memanfaatkan akun media sosial intagram tersebut mereka juga dapat menggelar semacam diskusi ataupun partisipasi terhadap siapapun yang melihat akun instagram tersebut, baik itu dari anggota komunitas maupun diluar anggota komunitas, dan contoh dari program tersebut :

Dari ketiga posting tersebut tergambar jelas bahwa komunitas ini memanfaatkan media sosial sebagai wadah mereka untuk menyebarkan program maupun visi mereka secara lebih luas dan menyeluruh, dan hal itu tentunya sangat baik dan bermanfaat bagi siapa saja yang melihat postingan tersebut, baik untuk menerima informasi , motivasi dan belajar hal yang baru. Dan Hal ini juga menunjukkan bahwa Komunitas Jejak literasi Bali juga turut mengabdi dan mengedukasi masyarakat secera menyeluruh, khususnya di bidang pendidikan. Dan hal ini rupamya juga medapat respon yang baik oleh masyarakat,apalagi di saat pandemi seperti ini , komunitas ini banyak mengadakan seminar maupun diskusi online yang mengundang narasumber dan pemateri yang berwawasan dan kreatif ,bahkan kegiatan semacam diskusi tersebut diadakan secara gratis dan dapat ditonton secara langsung melalui platform instagram milik mereka.Hal ini dapat terselenggara tentunya juga tidak terlepas dari pengikut akun komunitas ini yang sudah mencapai empat ratus lebih, dan banyaknya anggota maupun volunter yang tergabung di dalam komunitas ini.

Selain itu , komunitas ini juga turun langsung ke lapangan, khususnya kepada anak-anak sekolah dasar yang ada di bali . Dalam kegiatan tersebut , komunitas ini menjalankan berbagai program ,dimana program tersebut antara lain seperti kegiatan kreasi dan edukasi sekolah , 1000 buku dongeng dan literasi sekolah , open donasi bagi siswa yang membutuhkan , dan masih banyak yang lainnya. Dan dari kegiatan tersebut memiliki pola dan cara yang berbeda-beda dalam penerapannya , tetapi inti dari tujuan kegiatan tersebut sama , yaitu untuk mengedukasi dan memberi wawasn pendedidikan serta mengembembangkan kretivitas , khususnya kepada anak-anak SD yang ada di bali.

Dalam menjalankan kegiatannya, komunitas ini juga melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan anggota komunitas lain , hal ini bertujuan agar kegiatan yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan maksimal.selain itu, kolaborasi semacam ini juga dapat memperbanyak koneksi dan juga relasi antara komunitas satu dengan lainnya yang berkaitan dalam menyebarkan informasi , mendidik maupun menambah pengetahuan kepada masyarakat. Dan melalui aksi kolaborasi itulah banyak timbul kegiatan yang inovatif serta kreatif yang sudah pernah dijalankan oleh komunitas ini , hal itu terbukti dengan banyaknya kegiatan yang sudah dilakukan oleh komunitas ini , dan menurut saya kegitan tersebut cukup efektif karena dengan kegiatan tersebut banyak anak anak yang senang , terbantu , bahkan mendapatkan ilmu baru dari setiap kegiatan yang ada , seperti contoh kegiatan Fun Coloring day yang mengajak anak-anak meningkatkan daya imajinasi mereka melalui goresan warna yang mereka gambarkan pada kertas , gerakan Kreasi edukasi dan literasi sekolah yang mengajak adik-adik di sekolah untuk bisa membaca dan menulis sejak dini sebagai aktivitas rutin mereka di sekolah , kegiatan 1000 buku dongeng dan literasi sekolah yang mengajak anak-anak kelas 1-6 melakukan kegiatan literasi yang menyenangkan di luar ataupun di dalam kelas bersama dengan anggota dan relawan jejak literasi dan masih banyak kegiatan  yang bermanfaat yang sudah terealisasi dan dilaksanakan dengan cara kolaborasi ini , baik di kota bali ataupun di kota-kota yang lain.

 

Dari semua program dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh komunitas jejak literasi bali , maka dapat disimpulakan bahwa komunitas ini benar-benar memaksimalkan fungsi media sosial dan juga memberdayakan masyarakat sekitar khususnya para kaum milenial yang ada di indonesia khususnya di Bali dengan baik dan optimal . Hal itu dikarenakan banyaknya minat dan partisipasi dari masyarak untuk menjalankan program komunitas . Ini juga menandakan bahwa komunitas ini juga terbuka bagi siapa saja bagi yang ingin gabung dan berkolaborasi dalam kegiatan komunitas jejak literasi bali yang bergerak dalam bidang edukasi pendidikan , khususnya terhadap anak sekolah dasar. Dengan demikian maka akan terbentuk  sebuah sinergi atau kerjasama antar komunitas dalam memberdayakan anak-anak sekolah dasar khususnya yang ada di bali , untuk mengikuti program dan kegiatan yang diadakan dengan tujuan yang sama yaitu edukasi,motivasi dan juga imajinasi atau kreativitas. Semua hal itu juga menandakan bahwa komunitas jejak literasi bali sangat menjalankan progam dan tujuannya secara jelas dan tepat, hal ini selaras dengan visi yang mereka miliki yaitu “ Bersama Mengabdi Untuk Negeri ” dan juga arti dari nama komunitas jejak literasi bali seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi.

Dan semua ini menandakan bahwa kegiatan yang diadakan oleh komunitas jejak literasi bali membawa dampak yang positif bagi anak-anak yang ada di indonesia khususnya di bali, selain itu pesan atau;pun postingan yang mereka posting di akun media sosial instagram juga membawa dampak yang baik bagi semua orang, serta membawa pesan positif yang bermanfaat bagi banyak orang. Dan hal ini dapat diambil pelajaran bahwa kondisi pendidikan dan dunia kreatif harus menjadi perhatian semua orang , baik muda ataupun tua, selain itu hal ini juga harus terus dikawal dan dikembangkan dengan cara yang lebih baik lagi, seperti contoh yang sudah dilakukan oleh komunitas jejak literasi bali,dan dengan begitu maka akan membawa dunia pendidikan indonesia ke arah yang lebih baik dan lebih maksimal.

 

 

Continue Reading
Advertisement

Kabar Inspiratif

Advertisement

Trending